Barang Penumpang

Orang yang akan bepergian ke luar negeri dengan tujuan akan kembali lagi ke Indonesia harus memperhatikan ketentuan kepabeanan terutama mengenai impor barang penumpang. Yang dimaksud penumpang adalah setiap orang yang melintasi perbatasan wilayah negara dengan menggunakan sarana pengangkut baik itu kapal laut, pesawat udara, maupun kendaraan darat. Yang dimaksud penumpang adalah tidak termasuk awak sarana pengangkut atau pelintas batas.
Barang penumpang adalah barang yang dibawa oleh setiap orang yang melintasi perbatasan wilayah negara dengan menggunakan sarana pengangkut namun tidak termasuk barang dagangan (barang yang diimpor untuk tujuan komersial).
Barang penumpang tersebut dapat terdiri dari:
a. barang yang tiba bersama penumpang;
b. Barang penumpang yang tiba sebelum atau setelah kedatangan penumpang dianggap sebagai barang yang tiba bersama penumpang sepanjang memenuhi ketentuan:

  • paling lama 60 (enam puluh) hari setelah kedatangan penumpang untuk penumpang yang menggunakan sarana pengangkut laut; atau
  • paling lama 15 (lima belas) hari setelah penumpang tiba untuk penumpang yang menggunakan sarana pengangkut udara

Barang penumpang dapat berupa:
– barang keperluan diri (personal effect), dan
– barang bawaan,

PEMBEBASAN BEA MASUK DAN PAJAK
Terhadap barang keperluan diri (personal effect) diberikan pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor.
Sedangkan untuk barang bawaan (oleh-oleh/buah tangan, kenang-kenangan) dengan nilai paling banyak FOB USD 250.00 per orang atau FOB USD 1,000.00 per keluarga untuk setiap perjalanan diberikan pembebasan bea masuk. Dalam hal barang bawaan penumpang melebihi batas nilai pabean, maka atas kelebihan tersebut dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor

Barang keperluan pribadi adalah semua barang (baru atau bekas) yang wajar diperlukan oleh orang yang bepergian untuk keperluan pribadinya selama perjalanan, dengan mempertimbangkan semua situasi perjalanan tersebut, tapi tidak termasuk setiap barang yang diimpor atau diekspor untuk tujuan komersial (barang dagangan).

Yang termasuk barang keperluan pribadi selain pakaian, peralatan mandi dan barang lain yang jelas bersifat pribadi, barang-barang berikut ini juga bisa dianggap sebagai barang keperluan pribadi bagi orang yang tidak tinggal di Indonesia (bukan penduduk):
– perhiasan pribadi;
– kamera foto atau film bersama dengan persediaan film, pita rekaman dalam jumlah yang pantas dan aksesorinya;
– proyektor film atau slide portabel dan aksesorinya beserta slide atau film dalam jumlah yang pantas;
– teropong;
– peralatan musik portabel;
– alat reproduksi suara portabel termasuk alat perekam, pemutar compact disc, dan mesin dikte dengan kaset, perekam dan disc;
– radio portabel;
– telepon selular atau telepon bergerak;
– perangkat televisi portabel;
– mesin ketik portabel;
– komputer portabel dan aksesorinya;
– kalkulator;
– keranjang bayi dan kereta bayi;
– kursi roda untuk orang cacat;
– peralatan olah raga.

Bagi penduduk (orang yang tinggal di Indonesia) yang akan bepergian ke luar negeri dengan membawa barang-barang berharga atau seperti tersebut di atas, harus memberitahukan kepada petugas bea dan cukai di tempat keberangkatan. Hal ini bertujuan agar pada saat kembali ke Indonesia barang-barang tersebut dikategorikan sebagai barang keperluan pribadi yang diimpor kembali sehingga tidak dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Apabila hal tersebut tidak dilakukan, maka pada saat pemasukannya kembali ke Indonesia akan dianggap sebagai barang bawaan yang menjadi obyek pungutan bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

Terhadap barang penumpang yang tidak termasuk kriteria barang keperluan pribadi akan dikategorikan sebagai barang bawaan.

Barang penumpang yang merupakan barang kena cukai diberikan pembebasan cukai untuk setiap orang dewasa paling banyak:

  • 200 (dua ratus) batang sigaret, 25 (dua puluh lima) batang cerutu, atau 100 (seratus) gram tembakau iris/hasil tembakau lainnya; dan
  • 1 (satu) liter rninuman mengandung etil alkohol.

Dalam hal hasil tembakau lebih dari satu jenis, pembebasan cukai diberikan setara dengan perbandingan jumlah per jenis hasil tembakau tersebut. Atas kelebihan barang kena cukai dalam jumlah sebagaimana langsung dimusnahkan dengan atau tanpa disaksikan penumpang yang bersangkutan.

PEMBERITAHUAN PABEAN
Atas barang penumpang yang tiba bersama penumpang, wajib diberitahukan kepada pejabat bea dan cukai dengan menggunakan Customs Declaration (CD) yang wajib diisi dengan lengkap dan benar. Formulir CD yang dibagikan oleh Awak Sarana Pengangkut (Maskapai Penerbangan/Pelayaran). Apabila tidak mintalah kepada awak sarana pengangkut.
Pemberitahuan dapat dilakukan secara lisan, pada tempat-tempat tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.
Untuk Barang penumpang yang tiba tidak bersama dengan penumpang yang terdaftar sebagai barang “lost and found” diberitahukan dengan CD sedangkan yang dikirim lewat kargo diberitahukan dengan Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK). Barang penumpang yang tiba tidak bersama dengan penumpang harus dapat dibuktikan kepemilikannya dengan menggunakan paspor dan boarding pass yang bersangkutan.

Penumpang dapat memilih mengeluarkan barang impor melalui :
a. Jalur merah, dalam hal penumpang membawa:

  • barang bawaan dengan nilai pabean melebihi batas pembebasan bea masuk yang diberikan dan/atau jumlah barang kena cukai melebihi ketentuan pembebasan cukai;
  • barang berupa hewan, ikan, dan tumbuhan termasuk produk yang berasal dari hewan, ikan, dan tumbuhan;
  • barang berupa narkotika, psikotropika, obat-obatan, senjata api, senjata angin, senjata tajam, amunisi, bahan peledak, benda/publikasi pornografi;
  • barang berupa film sinematografi, pita video berisi rekaman, video laser disc atau piringan hitam; atau
  • barang berupa uang dalam Rupiah atau dalam mata uang asing senilai Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah) atau lebih.
  • barang yang semula dibawa ke luar negeri (diekspor) kemudian dibawa kembali ke Indonesia (diimpor kembali) bagi penduduk (orang yang tinggal di Indonesia).
  • Barang yang terkena ketentuan larangan atau pembatasan.

b. Jalur hijau, dalam hal penumpang tidak membawa barang impor sebagaimana dimaksud pada huruf a.

PELAYANAN PABEAN
Petugas Bea dan Cukai akan melakukan pemeriksaan fisik atas barang yang dikeluarkan melalui jalur merah. kemudian akan menghitung besarnya bea masuk dan pajak dalam rangka impor apabila terdapat barang bawaan yang nilainya melebihi batas yang mendapat pembebasan. Atas barang bawaan yang melebihi FOB USD 250.00 per orang atau FOB USD 1,000.00 per keluarga atas kelebihannya dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor.
Atas barang-barang yang dikategorikan sebagai barang dagangan (tujuan komersial) akan dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor secara penuh dan diselesaikan dengan menggunakan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) serta harus memenuhi ketentuan larangan dan pembatasan dari instansi teknis terkait.
Atas barang yang dikeluarkan melalui jalur hijau pejabat bea dan cukai berwenang melakukan pemeriksaan fisik dalam hal terdapat kecurigaan. Apabila penumpang merasa ragu-ragu atau tidak mengerti mengenai ketentuan impor barang penumpang lebih baik memilih jalur merah.
Hal tersebut penting mengingat pelanggaran terhadap ketentuan impor barang penumpang dapat dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan/atau pidana penyelundupan.

One Response

  1. Halo, nama saya melanie….
    Saya WNI dan sekarang lagi di Taiwan dalam rangka tugas belajar saya, saya akan kembali ke indonesia kira2 bulan agustus. Saya ingin tanya, saat ini saya punya handphone sebanyak 10 buah…. tapi hanya satu handphone yang nilainya 3,5 juta, sisanya handphone second yang saya beli di sini, karna harganya murah, maka saya sering beli (sekitar 50rb/buah), handphone 2nd tersebut ada ygng layarnya berwarna tapi kualitasnya masih rendah. Saya takut jika saya kembali ke indo handphone2 tersebut akan kena pajak, padahal harga yg saya beli mungkin tidak sebanding dgn pajak yg akan di kenakan?? yang menjadi pertanyaan saya, apakah nantinya handphone2 itu akan dikenakan pajak atau tidak, saya juga ingin tanya limit jumlah barang elektronik (handphone) yang di kategorikan sebagai barang bawaan penumpang, terima kasih..

    Mel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: